Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Desember 2014

Succes Berbisnis




FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN USAHA

        Untuk para pembisnis sejati, mungkin kalian masih kwatir dengan keberhasilan bisnis yang sedang kalian jalani sekarang ini. Tetapi, kalian tidak perlu kwatir lagi karena dengan adanya artikel ini mungkin dapat mengurangi kekhawatiran anda. Memang dalam dunia bisnis pasti seseorang mengawatirkan akan keberhasilan bisnisnya.Tetapi, keberhasilan dan kegagalan bisnis dapat diketahui dengan mengetahui dan menekuni faktor-faktor sebelumnya.
            Dengan mengetahui faktor keberhasilan dan kegagalan usaha maka calon pengusaha dapat membuat suatu rencana untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti apabila terjadi hal-hal di luar perencanaan semula.

1. Keberhasilan Wirausaha
a. Faktor-Faktor Pendukung Keberhasilan Wirausaha
Ada beberapa pendukung keberhasilan wirausaha, di antaranya :
1) Faktor manusia
2) Faktor keuangan
3) Faktor organisasi
4) Faktor mengatur usaha
5) Faktor pemasaran

b. Langkah-Langkah untuk Menjadi Wirausahawan yang Sukses di antaranya :
1) Ada visi dan tujuan yang jelas.
2) Bersedia untuk mengambil risiko uang dan waktu.
3) Terencana dan terorganisir.
4) Kerja keras sesuai dengan tingkatan kepentingannya.
5) Mengembangkan hubungan yang baik dengan karyawan, pelanggan, pemasok, dan lainnya.
6) Hal-hal yang membuat usaha atau bisnis meraih kesuksesan.

Menurut W . Keith Schilit, ada 8 hal yang membuat usaha atau bisnis meraih kesuksesan atau keberhasilan, yaitu :
1) Peluang pasar yang baik.
2) Keunggulan persaingan.
3) Kualitas barang/jasa.
4) Inovasi yang berproses.
5) Dasar budaya perusahaan.
6) Menghargai pelanggan dan pegawai.
7) Manajemen yang berkualitas.
8) Dukungan modal yang kuat.

2. Kegagalan Wirausaha

a. Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Wirausaha
Seperti telah di kemukan sebelumnya, bahwa keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan wirausahawan gagal dalam menjalankan usaha barunya, yaitu :
1) Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
2) Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuan mengoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan menginterasikan operasi perusahan.
3) Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
4) Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5) Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
6) Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
7) Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang di lakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal adalah besar.
8) Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewiraushaan. Wirausahawan yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, maka ia tidak ada jaminan untuk menjadi wirausahawan yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa di peroleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

b. Faktor-Faktor yang Membuat Seseorang Mundur dari Wirausaha
Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewirausahaan, Zimmerer mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan, yaitu :
1) Pendapatan yang tidak menentu.
2) Kerugian akibat hilangnya modal investasi.
3) Perlu kerja keras dan waktu yang lama.
4) Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap.

c. Alasan Utama Kegagalan Usaha Baru
Alasan utama kegagalan usaha baru antara lain :
1) Pengetahuan pasar yang tidak memadai.
2) Kinerja produk yang salah.
3) Usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif.
4) Adanya persaingan.
5) Keusangan produk yang terlalu cepat.
6) Waktu memulai usaha baru yang tidak tepat

Sumber : https://fitrahka.wordpress.com/2013/04/08/faktor-faktor-keberhasilan-dan-kegagalan-usaha/

Jumat, 26 Desember 2014

,

3 Perusak Motivasi Bagi Pengusaha Muslim

Ada banyak alasan atau motivasi bagi pengusaha pemula, mengapa mereka mau terjun ke dunia bisnis bahkan tidak sedikit yang berani meninggalkan kenyamanan mereka di dunia kerja. Alasan-alasan itu diantaranya adalah peluang pendapatkan penghasilan yang tak terbatas, kebebasan waktu, menyukai tantangan, dan ingin menjadi bos untuk diri sendiri.

Itu adalah motivasi umum. Mungkin, setiap orang akan memiliki motivasi khusus, yang menjadikan dia begitu semangat untuk memulai bisnis. Apa itu? Anda harus menemukannya. Motivasi itu yang membuat Anda begitu tergetar dan menjadikan Anda begitu semangat dalam menjalankan bisnis Anda nanti.

Anda harus mencari motivasi ini, sebab inilah yang disebut DNA Sukses Anda.

Lalu, mengapa masih banyak yang gagal dan bahkan menyerah ditahun pertama? Mungkin, motivasinya melemah akibat salah pemahaman sendiri. Ada 3 pemahaman yang bisa merusak atau melemahkan motivasi Anda menjadi seorang pengusaha.

Pengusaha Pemula Banyak Yang Memiliki Motivasi Yang Salah.

Jika motivasi Anda lemah, bisa jadi Anda akan segera gugur dalam perjalanan bisnis Anda. Hanya sedikit, pengusaha pemula yang bisa bertahan 1 tahun, apalagi 5 tahun, apalagi 10 tahun. Tanpa motivasi yang membara, bisnis Anda bisa segera redup.

Bukan saya ingin menakuti-nakuti. Saya hanya ingin menunjukan motivasi yang salah, yang justru banyak dialami banyak orang. Banyak pengusaha pemula yang memiliki motivasi yang salah, yaitu bisnis adalah cara cepat dan mudah untuk menjadi kaya.

Jika Anda beranggapan, bisnis adalah cara mudah dan cepat menjadi kaya dan ini menjadi motivasi Anda, maka Anda salah besar. Jangan pernah Anda menjadikan ini sebagai motivasi. Selain kenyataan bahwa bisnis itu tidak mudah, tapi motivasi seperti ini tidak memiliki “ruh” terhadap bisnis Anda.

Saat Anda nanti ternyata menghadapi kenyataan, bahwa bisnis ternyata banyak tantangannya, maka semangat Anda segera runtuh.

Miliki motivasi yang memiliki jiwa. Miliki misi yang mulia yang bermakna bagi diri, keluarga, bangsa dan tentu saja agama sebagai salah satu cara dakwah kita.

Bisnis Itu Tidak Mudah Kawan Tapi Tidak Juga Sulit

Maksudnya apa? Tidak mudah, tapi tidak sulit. Yang bener mana?

Maksud saya, kita harus menyikapi bisnis dengan sikap yang benar. Dua sikap ekstrim yang salam bisa menjerumuskan Anda. Ada yang menyikapi, bisnis itu mudah. Tinggal action saja. Pada kenyataanya, berapa persen yang berhasil? Sebaliknya, ada yang mengatakan bisnis itu sulit, sehingga dia tidak pernah mulai.

Bisnis itu seperti naik kendaraan.

Nah lho, apa maksudnya.

Bagi Anda yang belum bisa membawa mobil, maka mengendarai mobil adalah hal yang sudah, menakutkan, dan membingungkan. Membedakan rem dan gas masih tertukar. Mau pindah gigi juga masih bingung. Takut tertarbrak dan tersenggol.

Tapi akan berbeda jika Anda sudah bisa. Baik melalui kursus maupun latihan sendiri. Apalagi, semakin berpengalaman, mengendarai mobil sampai merem juga bisa (lebay), maksudnya kita tidak berpikir lagi mana gas mana rem dan juga saat ganti gigi bisa dilakukan secara otomatis oleh tangan kita.

Artinya apa? Bisnis itu BISA Anda jalankan jika Anda sudah memiliki ilmu, skill, dan pengalaman. Semakin berpengalaman, akan semakin mudah menjalankannya.

SEMUA orang bisa, jika dia mau belajar. Baik belajar langsung sambil praktek, mapun belajar dulu kemudian praktek. Keduanya tidak masalah, yang salah adalah belajar melulu tanpa praktek atau praktek saja tanpa belajar dari kesalahan.

Jadi, satu hal penting yang harus diingat, bahwa ada yang harus dipelajari dan dilatih dalam menjalankan bisnis. Dan bisa saja, ini memakan waktu baik bisnis online maupun offline. Nanti Anda harus menemukan itu ini yang harus dipelajari. Jika motivasi Anda lemah, bisa jadi Anda layu sebelum berkembang.

Tidak Ada Siaran Langsung !!!

Salah satu pemahaman yang bisa menghancurkan motivasi adalah selalu berharap semuanya langsung menghasilkan. Misalnya bagi pebisnis online, membuat website langsung laris jualannya. Membuka restoran, langsung rame pengunjung. Membuka toko langsung diserbu oleh pelanggan.

Begitu juga, setelah Anda belajar, bisa jadi Anda tidak langsung bisa. Saya alami sendiri, dulu saat saya akan mulai bisnis online, saya membeli buku cara membuat website. Setelah membaca buku apakah langsung bisa? Tidak saudara.

Memang, buku, ebook, video, workshop, pelatihan atau apa pun akan MEMUDAHKAN Anda, tapi tidak dijamin langsung bisa, langsung mahir.

Memang, ada banyak kasus yang menunjukan seseorang berbisnis langsung sukses. Mungkin, meski saya tidak tahu dibalik itu semua. Artinya mungkin saja bisa, tetapi jangan berharap akan selalu langsung.

Sisakan ruang dalam diri Anda untuk gagal atau ketidak sempuranaan atau kesalahan dalam bertindak. Jika Anda membuka restoran, tetapi pengunjung sepi, artinya perlu ada perbaikan. Mungkin setelah Anda menyebar brosur, tapi tetap saja sepi. Artinya perlu perbaikan lagi. Mungkin jumlah dan kualitas brosur Anda perlu ditingkatkan.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan Anda gagal semuanya. Salah memilih produk, salah pemasaran, salah tempat, dan sebagainya sehingga Anda harus mulai dari nol lagi.

Saya katakan, bahwa hal seperti ini BIASA dalam bisnis. Jadi, jika gagal atau belum optimal, jangan sampai putus asa dan menghancurkan motivasi Anda. Tetaplah semangat, memang seperti inilah perjalanan bisnis.

Kesimpulan
Jadi 3 perusak motivasi bagi pengusaha adalah, yang pertama adalah memiliki motivasi yang salah, misalnya hanya ingin cepat kaya. Yang kedua sikap yang salah, yaitu terlalu menganggap terlalu mudah atau terlalu sulit. Dan yang ketiga beranggapan bisnis itu akan langsung berhasil dalam percobaan pertama.

Sumber: www.motivasi-islami.com

Senin, 27 Oktober 2014

,

Rahasia Jualan Laris dalam Waktu Singkat

 



Menjual Produk/jasa dalam waktu yang cepat kemungkinan sangat sulit terjadi. Tetapi dalam pembahasan kali ini, Anda akan mendapatkan cara yang tepat sehingga produk/jasa dapat terjual dalam waktu 3 detik saja.

Cara menjual produk dan jasa dalam waktu 3 detik yaitu dengan Tagline. Tagline harus merupakan sebuah kalimat penawaran yang sangat menarik dan bisa dipercaya sehingga menjadi identitas perusahaan.

Tagline harus mengandung Irresistible Sensational Offer (ISO). Irresistible sensational offer adalah pusat penawaran (yang tidak bisa ditolak) dari identitas, produk, jasa, atau perusahaan di mana return on investment (ROI)-nya bisa dipercaya, yang dikomunikasikan begitu jelas dan efisien sehingga kita tampak bodoh bila melewatkan penawaran ini. Elemen-elemen dari ISO, yaitu :

1. High Return on Investment Offer

Buku Financial Revolution karangan saya mampu memecahkan REKOR MURI sebagai Buku Terlaris Terjual secara eceran 10.511 eksemplar pada hari pertama (hal ini mengalahkan penjualan buku Harry Potter I).

Hal tersebut bisa tercapai karena elemen High Return on Investment Offer ini. Ketika pembeli buku hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 90.000, mereka mendapatkan return senilai lebih dari Rp 900.000 berupa 1 CD Sales Magic, 1 CD Financial Revolution, dan masih ada tambahan bonus yaitu GRATIS mengikuti seminar Financial Revolution.

2. Bisa Dipercaya!

Banyak sekali kita jumpai orang atau perusahaan yang memasang iklan namun tidak memberikan penawaran tertentu saat ini. Saat kita membuat iklan, buat tagline yang dapat dipercaya. Anda harus membuat strategi iklan yang efektif di mana ISO-nya membuat banyak konsumen berminat kepada produk atau jasa yang Anda jual.

Tapi sayangnya, banyak iklan dengan biaya besar tanpa ISO (tanpa penawaran yang kuat) sehingga sering kali hasilnya sia-sia belaka. Kita harus terus melakukan studi banding terhadap kompetitor di sekeliling kita agar apa yang kita tawarkan benar-benar merupakan penawaran yang istimewa.

Oleh karena itu, dalam membuat iklan atau promosi, perhatikanlah dengan cermat kekuatan tagline-nya. Semoga bermanfaat.
Sumber: Tung Desem Waringin